Sunday, 21 June 2009

Iklan Mas Jay

Sekarang gue masih di seminar the Indonesian's. Sekarang pembicaranya Jay Subiyakto.
Dimana beliau daritadi nunjukkin semua hasil karya iklan-iklannya (sumpah itu keren abis buanget! Gak kebaya budget untuk semua itu) yang rata-rata dari Gudang Garam atau iklan rokok.
Semua iklan yang dia bikin itu dengan unsur Indonesia yang begitu kentalnya.

Iklan pertama adalah iklan yang menunjukkan seluruh kepulauan Indonesia, dimana dari sabang sampai merauke bahkan sampai 2 pulau yang ada di utara dan yang ada di selatan. Dengan semua gambar-gambaran itu, gue baru sadar kalau dia mau nunjukkin kelebihan-kelebihan atau hasil alam milik pulau tersebut dimana luar biasanya entah kita nggak sadar atau kurang publisitas.
Ada pula gambaran candi borobudur, dimana diambil dari atas .ada juga gambaran gunung-gunung yang luar biasa indahnya.Dalam liriknya juga disebutkan agar kita mempertahankan pulau-pulau kita. (http://www.youtube.com/watch?v=q3v40-kGLJE)

Iklan ke-2. Ikaln ini menampilkan 5 unsur wanita. Dimana menurut mas Jay Indonesia juga disebut sebagai ibu pertiwi.5 wanita tersebut terpisah dari berbagai bagian-bagian yang memiliki maksud tersendiri.
Luar biasanya ke-5 wanita itu bergabung seperti mempersatukan api.wanita-wanita tersebut juga ditunjukkan kalau mereka memimpin bangsa-bangsa mereka sendiri.(http://www.youtube.com/watch?v=2ghhogfRrc4)

Iklan ke-3 adalah iklan terakhir yang ditunjukkan hanya 1 hari, (setelah itu entah di banned atau tidak) dimana menunjukkan 4 unsur kumpulan pria yang keluar dari tanah kering, air, lumpur, dan sawah. Kembali lagi semua kelompok tersebut dipimpin oleh seorang wanita dengan mengendarai seekor kuda.
Adanya juga beberapa pihak yang tersinggung karena iklan ini merupakan hal yang aneh, karena itu menunjukkan bagaimana kesalahan mereka. (http://www.youtube.com/watch?v=dhw6HAJAtwo)

Seorang Jay begitu sadar, tahu dan mencintai kebudayaan Indonesia. Luar biasanya dia membuat hasil karya yang begitu indah, yang entah masih adakah semua hal tersebut.
Berbeda dengan kita. Apakah kita sadar dan cinta akan kebudayaan dan bahkan sadar apa yang kita punya?

No comments:

Post a Comment