Friday, 17 July 2009

RITZ 09



Jam 7.55
bom itu meledak tepat di lantai 2, Hotel Ritz Calton.
keadaan yang terlihat adalah lobby tersebut hancur dengan jendela-jendela kacanya pecah, begitu juga yang terjadi di dinning roomnya.

Kembali lagi Indonesia dikejutkan dengan sebuah tindakan tidak masuk akal dari para terroris. Hal tersebut masih belum dapat dipastikan secara pasti, namun adanya keterangan dari para polisi yang menyatakan bahwa hal ini kemungkinan besar menyangkut dengan bom bunuh diri. Sebuah foto dalam twitter siang tadi menunjukkan bahwa seorang pria dengan kepala dan tangan kiri hilang, serta perut yang sudah tersayat dengan mengeluarkan bagaian ususnya merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri tersebut. Dengan hal seperti ini, kembali lagi dipertanyakan dimana sebuah hotel terkemuka seperti Ritz Calton yang memiliki tingkat security yang tinggi masih bisa di ‘bobol’ oleh seorang teroris? Apakah ada salah satu dari staff yang menjadi kaki tangannya juga? – masih belom terjawab –

Jujur sebenernya gue rada takut banget hari ini, karena rute di depan JW Marriot itu rute yang biasa gue lewatin setiap kali mau ke kampus. Jam 7.15 gue sampe kampus dan duduk di tempat tongkrongan biasa untuk mencoba belajar, sampai pada pukul 7.45 baru gue buka lagi twitter yang sudah memberitakan tentang adanya bom di JW Marriot, konstan gue bales post itu karena gue nggak percaya dengan apa yang gue baca. Berikutnya begitu banyak post yang masuk menyatakan tentang pemboman antara di Ritz Carlton dan JW Marriot. Dari situ gue baru tahu ternyata memang kejadian tersebut benar-benar terjadi, SYUKUR YA TUHAN gue lewat tempat tersebut sebelum kejadian terjadi.

Berita-berita tambahan pun mulai berdatangan menjelaskan tentang kejadian tersebut. Ika yang sempet kuatir bukan main sama temannya yang bekerja di sana. Ada juga foto-foto para korban yang ditunjukkan melalui twitter ataupun bbm. Adanya beberapa kabar juga yang menyatakan pemboman kali ini juga mengakibatkan beberapa turis yang terluka. Kabar lainnya mengatakan bahwa tepat sebelum kejadian tersebut terjadi, Tim sepakbola Indonesia All Star baru berangkat latihan untuk pertandingan tanggal 20 July dengan Manchester United. Hal ini pun ternyata juga membuat pembatalan kedatangan MU ke Indonesia. Hal lainnya hanya karena mereka mengincar para petinggi-petinggi. Ada juga yang mengatakan hal tersebut untuk menggagalkan pelantikan SBY (oh ya… SBY yang sebelumnya tadi siang sempat di kabarkan akan datang ke lokasi, ternyata tidak jadi datang) Tapi apa yang sebenarnya menjadi tujuan mereka, kita tidak tahu… bukan tidak pernah akan tahu, tapi belum tahu apa tujuan mereka dengan hal ini.

Setelah selesai ujian berita pemboman ini pun makin menggila. Ada lagi berita bahwa ada sebuah mobil yang telah meledak di Muara Angke, dan diperkirakan ini juga menjadi salah satu pemboman yang telah dilakukan oleh para teroris. Sebenernya BT juga karena harus memilih tugas apa yang dibuat untuk subject Intercultural ini, jadi gue ke Starbuck Citywalk untuk nenangin diri. Jujur gue takut dan itu mengganggu gue, sampe Toge dateng dan tahu kalau gw ada masalah. Akhirnya dengan modal penasaran dan kamera, gue sama Toge pergi ke TKP untuk foto-foto. Oh ya ada satu lagi psot dari temen gw setelah beberapa gw cari untuk tugas gue, begitu pemboman itu terjadi nilai Rupiah kembali lagi menurun.

Kembali lagi sampai di Marriot, kita nggak boleh foto gedung kata beberapa pihak. Berlanjutlah gue sama Toge jalan ke Ritz, disana banyak orang-orang yang berdiri dekat batas kuning kepolisian untuk melihat apa yang sedang terjadi. Banyak juga mobil-mobil polisi yang telah diparkir di pinggiran jalan. Jalanan mega kuningan yang selalu sepi, kini ramai dengan banyaknya masyarakat yang ingin tahu tentang kejadian tersebut. Cukup bikin gue kaget adalah beberapa cafe dan coffee house sekitar TKP masih saja di buka dan malah makin banyak orang yang berdatangan ke sana. Gue malah penasaran sendiri, sampe gue ngomong ke Toge kalau hal tersebut bisa mengundang banyak keuntungan. Contohnya dengan para pedagang kaki lima yang menjual makanan, rokok ataupun minuman. Hal-hal tersebut pastilah juga dibutuhkan oleh para wartawan ataupun orang-orang yang sedang menunggu kejadian di TKP. Hari ini guepun berusaha menjadi seorang photographer lepas (thx,Ge!) dengan beberapa kemampuan dasar, dan sudut pandang yang bisa menghasilkan berita, lalu gue pun berlanjut untuk mengerjakannya.

Kembali kepada hal-hal yang kembali membuat gue bingung itu adalah fungsi dari garis kuning kepolisian. Karena gue lihat dimana garis-garis itu juga nggak di gubris sama masyarakat (termasuk gue, dan beberapa wartawan senior lainnya). Sebenernya sih yang paling gue BT adalah dimana gue menemukan sebuah mobil mini untuk golf berjalan-jalan di sekitar TKP. Dengan adanya mobil tersebut dan juga parkiran motor masyarakat dekat lokasi para mobil-mobil TV swasta, ini membuat gue berpikir bahwa pemboman ini adalah semacam atraksi yang ingin disaksikan oleh masyarakat, sehingga mereka dengan gampang dan mudah untuk mengambil gambar dan juga melihat TKP. Hal anehnya lagi, adalah dimana banyaknya angkatan darat dengan membawa senjata dan duduk-duduk di sekitar Ritz Calton. Iya, gue ngerti kalau itu tugas mereka tapi sekarang mereka tidak memiliki tugas apa pun, hanya duduk, makan dan melihat oang-orang berlalu lalang.

Gue nnggak tahu harus bilang gimana, tapi gue percaya Tuhan punya rencana. Kalaupun ini salah satu rencana dari Dia, lebih baik kita menjaga sikap kita masing-masing.

No comments:

Post a Comment