Monday, 23 March 2009

...train man...


Akhir-akhir ini gue lagi sering nonton Dorama Jepang ‘Trainman’. Kalo dari covernya sebenernya sih nggak gitu menarik, tapi karena gue udah pernah baca buku ini yang menjadi alas an kenapa gue beli doramanya. Awalnya waktu gue baca bukunya sendiri (dengan judul yang sama) gue nggak gitu nanggep atau ngerti gimana alur ceritanya karena dalam buku itu yang ada kolom-kolom chatting antara si ‘trainman’ dengan orang-orang lainnya. Yah sebenernya kalo dibilang ini emang udah paling simple dan paling dimengerti karena menggunakan system kayak gitu.

Trainman itu bercerita tentang seorang cowok nerd (kutu buku; lengkap dengan kaca mata, kemeja kotak-kotak atau baju kegedean dkk) dia nyelamatin ‘Hermes’ dari bapak-bapak mabok yang gangguin orang-orang di satu gerbong kereta. Trainman sendiri juga mendapat pujian dari ibu-ibu yang diganggu sama bapak-bapak itu. Cerita Trainman dan Hermes berlanjut ketika Hermes mengirimkan sepasang cangkir dengan merek ‘Hermes’ (makanya nih cewek dipanggil Hermes karena cangkir kirimannya). Awalnya si Trainman cuman mau bilang makasih karena kirimannya, tapi berlanjut menjadi acara makan malam bersama. Dalam hal ini si kutu buku ‘Trainman’ tidak hanya bergerak sendiri, dia masuk ke dalam suatu forum chatting bersama dengan beberapa orang lainnya yang juga memiliki kesusahan dalam hubungan cinta. Orang-orang yang pernah chatting dengan ‘Trainman’ memberinya semangat dan masukan-masukan, terkadang semua itu yang masuk akal terkadangpun tidak. Dalam forum tersebut tidak hanya ada kutu buku saja, melainkan semua kalangan orang-orang; dari artis, pilot, polisi dkk itu juga ada wanita dan pria. Jadi semua masukkan yang diberikan kepada Trainman bukan hanya dari satu sudut pandang saja, tapi melainkan dari berbagai sudut pandang.

Yang menurut gue paling hebat dari Trainman ini adalah dia sangat polos sehingga dia mau merubah dirinya demi wanita yang dia sukai itu. Padahal baru saja beberapa kali dia bertemu dengan Hermes, tapi Trainman sudah mulai menyukainya. Trainman sebagai salah satu ‘OTAKU’ (orang yang maniak dengan tokoh kartun), dia rela melepaskan semua mainan dan hobinya hanya untuk Hermes. Walaupun hal tersebut sangat susah dilakukan oleh Trainman, tapi tetap saja hal itu dilakukan olehnya. Bahkan di saat Trainman tidak diijinkan untuk bertemu dengan Hermes lagi, dia masih tetap dengan semangatnya ingin bertemu dengan Hermes. Hal lainnya adalah disaat ketika mereka akan makan malam bersama, Trainman sudah menyiapkan segala macam persiapan yang ada; dari potong rambut, memakai softlense, membeli baju, bahkan menggunakan gel rambut. Adiknya sendiri di rumah bingung sendiri karena kakaknya tidak pernah pergaya seperti itu. Kepolosan dan keluguan Trainman yang memberitahu ke semua orang yang ada di forum chatting itu membuat Hermes dan adiknya marah.
Anehnya…kalo dipikir-pikir ceritanya kurang lebih Trainman sama kayak gue, sikap polos dan lugunya yang sebenernya bisa tahu segala hal, tapi malah melakukan hal-hal yang salah. (halah! Curcol! ;P)

Yang menarik dari dorama ini yah, akhirnya gue ngerti juga dalam cerita dalam buku itu he he he (telat banget ya). Walau rada kecewa juga sama tokoh utamanya (aduh! Bener-bener OTAKU YANG NGERIIN!!!), ceritanya bener-bener gampang banget dipahamin. Ternyata bisa ya semua orang di satuin dalam suatu forum, dalam pikiran, persepsi yang berbeda-beda dalam satu hal untuk ngebantu orang yang sama sekali nggak pernah berhubungan dengan cewek ^^. Salut! Best of all this is a true story…what a man. Bravo to Trainman.^^


No comments:

Post a Comment